DI KECAMATAN PEKAT, BUPATI JELASKAN HARGA SEMBAKO DAN JAGUNG

Keterangan Gambar : Bupati Dompu saat memberikan ambutan Safari Ramadan di Kecamatan Pekat. (Dok. Prokopim)


SetdaDompuKab - Harga pada beberapa komoditas kebutuhan pokok dan barang penting lainya (Bapokting) di Kabupaten Dompu pada Bulan Ramadhan 1446 H/2025 M cukup stabil. 
Hal tersebut dipertegas Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE bahwa harga sembilan bahan pokok dan barang penting lainya dalam kondisi aman dan stabil.

“Alhamdulillah, harga sembako kita di bulan ramadhan ini cukup stabil,” ungkap Bupati pada kegiatan Safari Ramadhan di Kecamatan Pekat, Rabu (12/3/2025).

Kestabilan harga harga ini, kata Bupati berkat kerja OPD yang telah melakukan gerakan cepat dalam menangani fluktuasi harga sembako yang terjadi kenaikan di awal Februari lalu.

“Terima kasih kepada OPD yang telah melakukan Operasi Pasar, Bajar dan lainya, sehingga memastikan harga tetap stabil,” kata Bupati.

Selain itu, agar harga-harga tetap kondusif selama bulan Ramadhan, pemeritnah rutin melakukan monitoring pemantauan perkembangan harga dibeberapa titik di pasar Moderen dan Tradisional.

"Semua ini demi masyarakat agar harga sembako tetap terjangkau dan puasa dapat berjalan dengan hikmat dan khusu," tegasnya.

Terkait masalah harga jagung, Bupati menjelaskan bahwa Presiden telah membentuk Satgas Pangan mulai TNI Polri dan Bulog dengan kisaran Harga Acuan Pembelian (HAP) tingkat produsen sebesar Rp. 5.500 perkilogram. "Namun, kita harus memahami, bahwa Bulog memiliki keterbatasan serapan jagung karena gudangnya tidak mamungkinkan untuk menampung semua jagung petani,” ujar Bupati.

Selain itu, Bulog hanya mampu menyediakan anggaran pembelian jagung di tiap hari sebesar Rp. 100 juta.
“Bulog juga memiliki keterbatasan mobilisasi untuk mengangkut jagung petani dari lahan ke gudang,” ujar Bupati.

Namun dengan semua keterbatasan tersebut, pemerintah melalui Badan Urusan Logistik ini tetap menjalankan tugas untuk menyerap jagung petani sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah.
“Insya Allah pemerintah melalui Bulog akan tetap hadir untuk menjaga harga jagung di tingkat petani. Walau dengan semua keterbatannya, jagung akan tetap diserap sesuai dengan HAP," ucapnya. (PROKOPIM)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.