Di Lereng Tambora, Onty Farianti Keteguhan Mendampingi Suami dan Menginspirasi Kaum Perempuan

Keterangan Gambar : Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu, Ny. Onty Farianti Bambang Firdaus, bersama Ibu Ketua DPRD Kabupaten Dompu, Yunita Chairani, Ketua Bhayangkari Polres Dompu, Ny. Like Oktaviani Sodikin, Minggu (30/8/2026) (Dok. Prokopim)


SetdaDompuKab- Di lereng Tambora, ketika alam menyuguhkan udara dingin, hamparan savana dan keheningan yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, ada sebuah keteladanan sederhana yang justru terasa begitu kuat. Bukan hanya tentang langkah kaki yang menempuh jalur lari, tetapi tentang kesetiaan, kebersamaan dan keteguhan seorang istri dalam mendampingi suami menjalankan pengabdian.

 

Sosok itu adalah Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu, Ny. Onty Farianti, yang senantiasa hadir mendampingi Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., dalam berbagai agenda dan kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan. Kehadirannya kembali terlihat dalam gelaran Tambora Jungle Run 2026 yang berlangsung di lereng Gunung Tambora, Minggu (30/8/2026).

 

 

Bagi Onty Farianti, kehadiran di tengah kegiatan tersebut bukan sekadar menjalankan peran sebagai pendamping Bupati. Lebih dari itu, ia menunjukkan bahwa dukungan seorang istri terhadap suami dapat diwujudkan melalui kebersamaan, kesederhanaan dan kesediaan untuk hadir dalam setiap ruang pengabdian.

 

 

Di tengah suasana alam lereng Tambora, Onty Farianti bersama sang suami bahkan memilih bermalam di tenda sederhana. Jauh dari kesan kemewahan, keduanya menikmati suasana malam Tambora dengan segala kesederhanaannya.

Pilihan untuk menginap di tenda seadanya tersebut menjadi gambaran bahwa di balik jabatan dan aktivitas pemerintahan, terdapat sisi humanis sebuah keluarga yang tetap menikmati kebersamaan dalam kesederhanaan.

 

 

Kehadiran Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu di lereng Tambora pun mendapat perhatian tersendiri, khususnya dari kaum perempuan yang mengikuti maupun menyaksikan kegiatan tersebut.

 

 

Bagi banyak perempuan, apa yang dilakukan Onty Farianti dapat dimaknai sebagai sebuah tekad untuk terus hadir, memberikan dukungan dan menjadi bagian dari perjalanan pengabdian sang suami. Dukungan tersebut bukan hanya dalam bentuk kata-kata, tetapi melalui kehadiran nyata di tengah berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

 

 

Peran tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa keberadaan seorang istri dapat menjadi kekuatan moral bagi suami dalam menjalankan amanah. Kehadiran, dukungan dan kebersamaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam perjalanan pengabdian sebuah keluarga.

 

 

Namun, inspirasi Onty Farianti di Tambora tidak berhenti pada perannya sebagai pendamping. Ia juga turun langsung menjadi bagian dari peserta 5K Fun Trail Tambora Jungle Run 2026.

 

 

Dengan penuh semangat, ia menempuh jalur lari bersama para pelari remaja dan kaum perempuan lainnya. Langkah demi langkah dilaluinya hingga berhasil menyelesaikan lintasan 5 kilometer dengan baik sesuai waktu yang telah ditentukan.

 

 

Keikutsertaannya menjadi gambaran bahwa semangat hidup sehat, kebersamaan dan keberanian untuk mencoba dapat menjadi milik siapa saja, tanpa mengenal usia maupun latar belakang.

 

 

Di antara para pelari yang berlari menyusuri jalur alam Tambora, Onty Farianti hadir bukan hanya sebagai Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu, tetapi juga sebagai seorang perempuan, seorang ibu dan seorang istri yang ingin menunjukkan bahwa setiap langkah kecil dapat memiliki makna besar.

 

 

Tambora Jungle Run akhirnya tidak hanya menjadi sebuah ajang olahraga dan promosi wisata alam. Di balik jejak kaki para peserta, terselip kisah tentang kebersamaan, kesederhanaan dan dukungan keluarga dalam sebuah perjalanan pengabdian.

 

 

Dari lereng Tambora, Onty Farianti seakan mengirimkan pesan sederhana kepada kaum perempuan: bahwa mendampingi bukan berarti berada di belakang, tetapi berjalan bersama, menguatkan dan saling memberi energi untuk menghadapi setiap perjalanan kehidupan.

 

 

Dan di lereng gunung yang menyimpan sejarah besar itu, langkah seorang perempuan bersama suaminya menjadi cerita kecil yang mengajarkan arti besar tentang kebersamaan dalam pengabdian.(Prokopim)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.